Blogger templates

Rabu, 11 Desember 2013

Dirosah Hadits Tentang Larangan Bersekongkol Dalam Membunuh Seorang Muslim

Oleh : Syaikh Ali Hasan Al-Halaby hafizhohullah.


((من أعان على قتل مؤمنٍ بشطر كلمةٍ؛ لقيَ الله –عزَّ وجل- مكتوبٌ بين عينيه: آيِسٌ من رحمة الله))
“Barang siapa menolong seseorang untuk membunuh seorang muslim dengan setengah kata, dia akan menemui Allah dalam keadaan dahinya tertulis : “TERPUTUS DARI RAHMAT ALLAH” “
Hadits tersebut sebenarnya telah aku dengar sejak lama, aku sering dengar dari beberapa pemuda yang saling mengingatkan diantara mereka dengan hadits tersebut, dan mereka juga mempopulerkan hadits tersebut dikalangan masyarakat luas. Namun setiap aku ingin meneliti hadits tersebut, ada saja kesibukan yang menghampiriku, aku memohon kepada Allah agar menjadikan kesibukanku adalah dalam rangka keta’atan kepada-Nya.

Jumat, 06 Desember 2013

Tasawwul Untuk Kepentingan Umum

Meminta-minta atau tasawwul adalah satu hal yang dianjurkan oleh Islam untuk dijauhi. Dalam sebuah hadits yang terkenal dengan  hadits Qabishoh, Rasulullah saw memberikan sebuah pelajaran penting yang kemudian menjadi landasan hukum bagi permasalahan ini.

Perhatikan hadits berikut :

ﻳَﺎ ﻗَﺒِﻴﺼَﺔُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤَﺴْﺄَﻟَﺔَ ﻻَ ﺗَﺤِﻞُّ ﺇِﻻَّ ﻷَﺣَﺪِ ﺛَﻼَﺛَﺔٍ ﺭَﺟُﻞٍ ﺗَﺤَﻤَّﻞَ ﺣَﻤَﺎﻟَﺔً ﻓَﺤَﻠَّﺖْ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤَﺴْﺄَﻟَﺔُ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺼِﻴﺒَﻬَﺎ ﺛُﻢَّ ﻳُﻤْﺴِﻚُ ﻭَﺭَﺟُﻞٍ ﺃَﺻَﺎﺑَﺘْﻪُ ﺟَﺎﺋِﺤَﺔٌ ﺍﺟْﺘَﺎﺣَﺖْ ﻣَﺎﻟَﻪُ ﻓَﺤَﻠَّﺖْ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤَﺴْﺄَﻟَﺔُ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺼِﻴﺐَ ﻗِﻮَﺍﻣًﺎ ﻣِﻦْ ﻋَﻴْﺶٍ – ﺃَﻭْ ﻗَﺎﻝَ ﺳِﺪَﺍﺩًﺍ ﻣِﻦْ ﻋَﻴْﺶٍ – ﻭَﺭَﺟُﻞٍ ﺃَﺻَﺎﺑَﺘْﻪُ ﻓَﺎﻗَﺔٌ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﻘُﻮﻡَ ﺛَﻼَﺛَﺔٌ ﻣِﻦْ ﺫَﻭِﻯ ﺍﻟْﺤِﺠَﺎ ﻣِﻦْ ﻗَﻮْﻣِﻪِ ﻟَﻘَﺪْ ﺃَﺻَﺎﺑَﺖْ ﻓُﻼَﻧًﺎ ﻓَﺎﻗَﺔٌ ﻓَﺤَﻠَّﺖْ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤَﺴْﺄَﻟَﺔُ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺼِﻴﺐَ ﻗِﻮَﺍﻣًﺎ ﻣِﻦْ ﻋَﻴْﺶٍ – ﺃَﻭْ ﻗَﺎﻝَ ﺳِﺪَﺍﺩًﺍ ﻣِﻦْ ﻋَﻴْﺶٍ – ﻓَﻤَﺎ ﺳِﻮَﺍﻫُﻦَّ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﺴْﺄَﻟَﺔِ ﻳَﺎ ﻗَﺒِﻴﺼَﺔُ ﺳُﺤْﺘًﺎ ﻳَﺄْﻛُﻠُﻬَﺎ ﺻَﺎﺣِﺒُﻬَﺎ ﺳُﺤْﺘًﺎ
...

“ Wahai Qobishoh, sesungguhnya
meminta-minta itu tidak halal kecuali untuk tiga orang:

(1) seseorang yang menanggung hutang orang lain, ia boleh meminta-minta sampai ia melunasinya,

(2) seseorang yang ditimpa musibah yang menghabiskan hartanya, ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup, dan

(3) seseorang yang ditimpa kesengsaraan hidup sehingga ada tiga orang yang berakal dari kaumnya berkata, ‘Si fulan benar-benar telah tertimpa kesengsaraan’, maka boleh baginya meminta-minta sampai mendapatkan sandaran hidup.

Meminta-minta selain ketiga
hal itu, wahai Qobishoh adalah haram dan orang yang memakannya berarti memakan harta yang haram .” (HR. Muslim no. 1044)

Demikianlah... Nabi mendidik kita selaku ummatnya untuk tidak bermental pengemis... menyandarkan hidup pada belaskasih orang lain!!

Minggu, 01 Desember 2013

Racun atau Madu??

Bismillahirrahmanirrahim...

Ada satu fenomena menarik yang menurut saya, lucu! Ya... bukan hal yang besar sih, hanya sebuah fenomena kecil...

Begini maksud saya...

Di negri kita ini, poligami merupakan satu hal yang dianggap "mengerikan" oleh banyak kalangan, bahkan mungkin mayoritas bangsa ini menganggap poligami bukan sebagai hal yang baik... Tentu saja angggapan ini tidak benar bila kita tinjau dari kacamata islam... tapi, beginilah realita bangsa kita...

FIKIH MADZHAB JA’FARI : Tak Kenal Maka ‘Bisa’ Sayang

Alhamdulillah, segala puji milik Allah subhanahu wa ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kehadirat Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam beserta sahabat, keluarga, dan umatnya yang setia hingga akhir zaman. Amiin.

Pada dua tulisan sebelumnya, telah kita ketahui ‘sedikit’ tentang madzhab ja’fari. Dan kita simpulkan empat hal :
  1. Madzhab Ja’fari adalah madzhab fikih yang bersandar kepada Imam Ja’far As-Shodiq.
  2. Madzhab Ja’fari adalah madzhab fikihnya ahlul bait.
  3. Terdapat banyak perselisihan dalam empat madzhab fikih, karena mereka meninggalkan petunjuk para imam ma’shum.
  4. Madzhab Ja’fari memiliki ushul fikih yang sering disebut “Al-Ushul Al-Arba’umi’ah”.
Dari keempat hal diatas, telah kita bahas dua yang pertama, sekarang mari kita bahas point ke-3 dan ke-4.


FIKIH MADZHAB JA’FARI : Perkenalanpun Berlanjut


Alhamdulillah, segala puji milik Allah subhanahu wa ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kehadirat Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam beserta sahabat, keluarga, dan umatnya yang setia hingga akhir zaman. Amiin.

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya, jika antum belum membaca seri pertama dalam pembasan ini, saya anjurkan bagi antum untuk membaca seri pertama dengan judul “FIKIH MADZHAB JA’FARI : Sebuah Perkenalan”.
Baiklah, setelah kita mengetahui sedikit tentang apa itu Madzhab Ja’fari, ada baiknya kita melanjutkan perkenalan ini lebih intim.

Dari catatan sebelumnya, kita bisa simpulkan sebagai berikut :
  1. Madzhab Ja’fari adalah madzhab fikih yang bersandar kepada Imam Ja’far As-Shodiq.
  2. Madzhab Ja’fari adalah madzhab fikihnya ahlul bait.
  3. Terdapat banyak perselisihan dalam empat madzhab fikih, karena mereka meninggalkan petunjuk para imam ma’shum.
  4. Madzhab Ja’fari memiliki ushul fikih yang sering disebut “Al-Ushul Al-Arba’umi’ah”.
Sekarang, marilah kita bahas keempat kesimpulan diatas, satu-persatu.