Oleh: Aminullah Yasin
Ketika seseorang bertaubat maka dia harus siap menerima segala konsekuensinya.
Di zaman Nabi ada seorang wanita bertaubat dari Zina, dia mengakui perbuatannya. Apakah dg pengakuan dan istighfarnya tsb, dia langsung mendapatkan "kesenangan"? Nyatanya dia harus menjalani proses hukuman rajam yg mengakhiri nyawanya.
Seorang yg mencuri-pun ketika bertaubat, dia harus menjalani proses hukuman potong tangan. Demikian pula pada dosa² lain.
Ketika kita memutuskan untuk bertaubat dari suatu dosa, maka siapkan hati kita... Karena setelah itu, seringkali "musibah" dan "kesulitan" menimpa kita. Kita akan diuji, apakah taubat kita jujur ataukah hanya manis dibibir saja. Selain itu, musibah dan kesulitan tsb bisa jadi sebagai penebus atas dosa² kita sebelumnya. Allah sayang kita, oleh sebab itu Allah beri kita ujian.
Nabi SAW pernah bersabda:
إن الله إذا أحب عبدًا ابتلاه
"Jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan memberinya cobaan/ ujian"
Dalam hadits lain, beliau bersabda:




