Blogger templates

Tampilkan postingan dengan label Aktualita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aktualita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Oktober 2024

Kurikulum Merdeka bermasalah (?)


Belakangan ini banyak narasi di media sosial yang mengkritisi kurikulum merdeka, bahkan sebagian narasi sampai menyebutkan bahwa proyek kurikulum merdeka merupakan proyek pembodohan generasi muda di Indonesia. Terlepas dari adanya plus – minus dalam kurikulum merdeka, mari kita coba melihat dengan perspektif yang lebih luas dari sekedar melihat sebuah “kurikulum” saja.

[1] Perkembangan teknologi dan asimilasi budaya

Perkembangan teknologi yang sangat pesat belakangan ini memberikan impact yang sangat besar terhadap kepribadian generasi muda. Bahkan -mungkin- inilah penyebab utama “pembodohan” yang terjadi ditengah anak-anak usia sekolah.

Teknologi ditangan anak-anak itu laksana lentera ditangan bayi, tidak menerangi justru membakar dan membahayakan. Kepribadian banyak anak (sering disebut sebagai gen Z dan gen Alpha), terbentuk akibat seringnya interaksi dengan game online dan media sosial. Gaya komunikasi yang berkembang pada Gen Z dan Gen Alpha sudah seperti komunikasi M2M (mesin ke mesin), tidak lagi mencerminkan komunikasi antarpribadi. Anak-anak bias dalam membedakan dengan siapa dia berinteraksi dan berkomunikasi, sehingga oleh banyak orang dewasa mereka dianggap tidak memiliki sopan santun dan tata krama.

Senin, 26 Juli 2021

Penggerak perekonomian itu bernama : Hutang

Oleh : Aminullah Yasin

(Mahasiswa Pascasarjana Ekonomi Syariah Institut Tazkia, Bogor) 


Jika kita bicara tentang hutang, mungkin yang terpikir dalam benak sebagian orang adalah menghindarinya (baik berhutang maupun memberi hutang). Berpikir bahwa keselamatan diri terletak dengan menghindari hutang memang tidak salah, namun  dalam skala makro hutang justru menjadi salah satu sumber kebaikan. Kebaikan yang sangat banyak. 

Tak salah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan motivasi tentang hutang. Mari kita renungkan beberapa hadits berikut:

ما من مسلم يقرض مسلما قرضا مرتين إلا كان كصدقتها مرة

"Tidaklah seorang muslim memberi hutang muslim lainnya dua kali, kecuali dia mendapatkan pahala seperti bersedekah satu kali" HR. Ibnu Majah, dihasankan oleh Al-Albani. 

إن السلف يجري مجرى شطر الصدقة. 

"Hutang itu memiliki pahala setengah sedekah" HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani. 

Dua hadits diatas secara jelas menyebutkan bahwa pahala menghutangi adalah setengah pahala sedekah. 

Dalam hadits yg lain disebutkan :

Rabu, 19 Mei 2021

Organisasi di Era Digital


Oleh: Aminullah Yasin

Era digital adalah era keterbukaan, sehingga sangat sulit 'merahasiakan' sebuah amal jama'i. Ketika sebuah kegiatan dilakukan oleh lebih dari 2 orang, jangan pernah beranggapan hanya para peserta yg hadir disanalah yg mengetahui kegiatan tsb. Karena bahkan yg berada diujung dunia sana, sangat mungkin juga mengetahui dengan detail. 

Ada baiknya dalam organisasi diulang-ulang pesan : "pentingnya menjaga kerahasiaan organisasi serta tidak latah menyebarkan informasi internal".

Bayangkan, jika pengurus pesantren sedang memberi sanki bagi santri yg melanggar, lalu oleh oknum guru proses sanksi tsb difoto dan dishare ke medsos. Bisa jadi bukan kebaikan yg didapat, malah pesantren tsb yg dibuli oleh netizen dan sangat mungkin berbuntut panjang dg pihak berwajib! 

Minggu, 09 Agustus 2020

Taubat itu bukan akhir perjalanan keburukan, namun awal dari perjuangan kebaikan



Oleh: Aminullah Yasin 

Ketika seseorang bertaubat maka dia harus siap menerima segala konsekuensinya. 

Di zaman Nabi ada seorang wanita bertaubat dari Zina, dia mengakui perbuatannya. Apakah dg pengakuan dan istighfarnya tsb, dia langsung mendapatkan "kesenangan"? Nyatanya dia harus menjalani proses hukuman rajam yg mengakhiri nyawanya.

Seorang yg mencuri-pun ketika bertaubat, dia harus menjalani proses hukuman potong tangan. Demikian pula pada dosa² lain.

Ketika kita memutuskan untuk bertaubat dari suatu dosa, maka siapkan hati kita... Karena setelah itu, seringkali "musibah" dan "kesulitan" menimpa kita. Kita akan diuji, apakah taubat kita jujur ataukah hanya manis dibibir saja. Selain itu, musibah dan kesulitan tsb bisa jadi sebagai penebus atas dosa² kita sebelumnya. Allah sayang kita, oleh sebab itu Allah beri kita ujian.

Nabi SAW pernah bersabda: 

إن الله إذا أحب عبدًا ابتلاه 

"Jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan memberinya cobaan/ ujian"

Dalam hadits lain, beliau bersabda:

Begini Seharusnya Kita Mendidik Generasi Penghafal Al-Qur'an


Oleh: Aminullah Yasin

Program Tahfizh Al-Qur'an beberapa tahun terakhir ini sedang menjadi hit. Banyak pesantren² baru bermunculan yg menyematkan kata² "Pesantren Tahfizhul Qur'an" atau "Rumah Tahfizh" dan yg semisalnya. 

Tak ketinggalan, pesantren² yg telah lama eksis pun, memunculkan program Tahfizhul Qur'an sebagai salah satu program unggulan dengan berbagai macam model dan sistematika yg disesuaikan dengan iklim & budaya organisasi yg berlaku di masing² pesantren tsb. 

Tentu saja hal ini merupakan satu kondisi yg harus kita syukuri bersama, karena kaum muslimin di Indonesia turut serta dalam bagian penjagaan Al-Qur'an yg Allah ta'ala sebutkan dalam surat Al-Hijr, ayat ke-9:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ (9)

"Sesungguhnya Kami-lah yang telah menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur'an) dan Kami pula-lah yang akan melakukan penjagaan terhadapnya."

Berkata Syekh As-Sa'di tentang ayat tersebut, "Penjagaan tersebut adalah ketika Al-Qur'an diturunkan dan setelah Al-Qur'an diturunkan. Ketika diturunkan, yaitu Allah menjaga Al-Qur'an dari usaha pencurian para Syaithon. Adapun penjagaan setelah diturunkannya adalah dengan menjadikan Al-Qur'an ini berada didalam dada Nabi Muhammad lalu di dada² ummatnya (dengan menghafalnya)... Dan diantara bentuk penjagaan Allah terhadap Al-Qur'an adalah Allah akan menjaga ahli Al-Qur'an* dari para musuh² mereka..." (Tafsir As-Sa'di, secara ringkas) 
*Ahli Al-Qur'an adalah orang² yg menghafal, mempelajari, mengamalkan dan mengajarkannya -pent. 

Tiap tahun di negeri kita bermunculan banyak hafizh baru... Mungkin pertambahan jumlah hafizh tiap tahun di negeri kita bisa ratusan atau bahkan ribuan... Satu hal yang sangat menggembirakan. 

Disisi yang lain, ada fenomena yang harus menjadi perhatian bersama agar semangat menjadikan Al-Qur'an sebagai program unggulan pendidikan di Pesantren bisa benar² menjadi hal yg bermanfaat besar. Fenomena tersebut sudah diperingatkan jauh-jauh hari oleh Nabi Muhammad _shallallahu 'alaihi wa sallam_ :

أكثر منافقي أمتي قراؤها

"Mayoritas munafiq ummatku adalah para penghafal Al-Qur'an nya" HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani. 

Fenomena "hafizh munafiq" harus menjadi perhatian bersama, karena ini bukan perkara ringan yg bisa diabaikan begitu saja. Untuk membaca fenomena ini, mari kita renungkan melalui beberapa fakta disekitar kita:

Selasa, 16 Juni 2020

6 Alasan Kenapa Pesantren "Harus" Masuk Tatap Muka Ditengah Pandemi Covid-19 (sebuah sudut pandang)

By. Aminullah Yasin. 

Keputusan bersama antara Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Agama, Kementrian Dalam Negeri, BNPB dan Komisi X DPR RI pada senin yang lalu (15/6/2020) terkait pembelajaran tahun pelajaran 2020/2021 tidak menyurutkan niatan dan semangat banyak pesantren untuk memulai kegiatan tatap muka pada awal juli nanti -bahkan sebagian pesantren ada yg sudah memutuskan masuk dibulan juni ini-. 

Jika kita perhatikan keputusan bersama 3 kementrian, BNPB dan Komisi X DPR RI, maka titik beratnya adalah pada keselamatan jiwa peserta didik. Sekolah dianggap sebagai tempat kerumunan masa, selain itu interaksi antara peserta didik dengan peserta didik, peserta didik dengan guru, dan guru dengan guru tidak seperti interaksi antara pedagang dengan pembeli. Interaksi antar warga sekolah lebih bersifat interpersonal, ada persahabatan, kasih sayang, dukungan, kejujuran, kepercayaan, dst. Maka resiko penyebarannya cukup tinggi. 

Senin, 13 April 2020

MUHAMMADIYAH – NU AKAN KOMPAK DALAM PENENTUAN AWAL RAMADHAN DAN IDUL FITHRI 1441 H


Penentuan awal Ramadhan dan Idul Fithri di negeri kita selalu menyisakan perdebatan panjang, meski pemerintah melalui Kementrian Agama tiap tahun melakukan rapat (sidang itsbat) diawali dengan pemantauan Hilal dari berbagai titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, tetap saja setiap ormas Islam menerbitkan sikap dan himbauannya untuk anggotanya masing-masing.

Secara perundang-undangan hal ini sah-sah saja karena Pemerintah melindungi hak warga negara untuk beragama sesuai dengan keyakinanannya, meski secara pandangan syariat hal ini patut untuk direnungkan secara mendalam. Mengapa?

Karena puasa Ramadhan dan pelaksanaan sholat Idul Fithri bukan hanya sekedar ibadah biasa, namun mengabungkan antara syari’at dengan syi’ar. Oleh sebab itu, Nabi Muhammad shallalallahu alaihi wa sallam bersabda:

الصوم يوم تصومون والفطر يوم تفطرون والأضحى يوم تضحون

“Puasa adalah hari dimana kalian (kaum muslimin) berpuasa, Idul Fithri adalah hari dimana kalian berbuka, dan Idul Adha adalah hari dimana kalian berkurban” HR. At-Tirmidzi, dishohihkan oleh Al-Albani.

Minggu, 05 April 2020

Hormati ibumu dengan selayaknya!



Saat ini -mungkin- banyak muslimah di negeri kita jika ditanya, "apa yg terbesit dibenak anda ketika disebut nama istri Nabi, 'Aisyah radhiyallahu 'anha?", mereka akan menjawab, "humairo' atau wanita cantik berkulit putih kemerah-merahan."

Mari kita simak penjelasan para ulama berikut:

Berkata Al-Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah:

وكل حديث فيه " يا حميراء " أو ذكر الحميراء فهو كذب مختلق

"Semua hadits yg menyebutkan kata "wahai Humairo'" atau "humairo", maka itu adalah hadits palsu!" Al-Manarul Munif, hal. 50.


Kamis, 26 Maret 2020

Renungan dan Harapan Ditengah Wabah Covid-19



Bismillah.

Ikhwah...

Kita mengerti dan sangat paham bahwa kaum muslimin sangaaaaat berat meninggalkan masjid. Apalagi sampai harus meninggalkan sholat jum'at.

Semoga ini adalah salah satu bukti keimanan dan bagian dari orang yg hatinya tertaut di masjid.

ورجل قلبه معلق بالمساجد

"...Dan seseorang yg hatinya senantiasa tertaut dengan masjid..."


Sabtu, 21 Maret 2020

6 Amalan Yang Dianjurkan Saat Wabah Corona Melanda



Virus Corona pada hari-hari ini menyita perhatian dan menebarkan kekhawatiran masyarakat dunia. Sejak awal kemunculannya pada pertengahan Januari 2020 yg lalu, kini virus tersebut telah menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sebagai seorang Muslim, tentu kita tidak boleh takut kepada Corona sehingga lupa dengan Sang Pencipta Corona , Allah ta'ala. Dia yang menciptakan dan menurunkan virus ini kepada umat manusia -tentu dibalik itu ada hikmahnya-, Dia pulalah yang mampu mengentaskannya. Ingat ucapan Nabi Ibrahim yang Allah ta'ala abadikan dalam Al-Qur'an:

الذي خلقني وهو يهدين * والذي هو يطعمني ويسقين * وإذا مرضت فهو يشفين * والذي يميتني ثم يحيين * والذي أطمع أن يغفر لي خطيئتي يوم الدين *

"(Allah) yang menciptakanku dan Dia memberiku petunjuk.
Yang memberiku makan dan minum.
Apabila aku sakit, Dialah yang memberiku kesembuhan.
Yang mematikanku dan menghidupkanku kembali.
Yang sangat aku harapkan agar mengampuni dosa-dosa ku pada hari pembalasan."
(QS. As-Syu'aro : 78 - 82)

Kamis, 06 Juni 2019

Manhaj Salaf adalah Manhaj yang Adil

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah :
ومن سلك طريق الاعتدال عظم من يستحق التعظيم وأحبه ووالاه وأعطى الحق حقه فيعظم الحق ويرحم الخلق ويعلم أن الرجل الواحد تكون له حسنان وسيئات فيحمد ويذم ويثاب ويعاقب ويحب من وجه ويبغض من وجه هذا هو مذهب أهل السنة والجماعة خلافا للخوارج والمعتزلة ومن وافقهم
"Barangsiapa meniti jalan keadilan, maka akan menjadi penting baginya siapapun orang yang berhak untuk diagungkan, dicintai dan diberikan loyalitas kepadanya.
Dia akan memberikan hak kepada setiap orang yg berhak memilikinya. Dia agungkan kebenaran dan dia sayangi para makhluk...
Dia juga menyadari bahwa setiap orang memiliki kebaikan dan keburukan. Setiap orang bisa dipuji dan dicela, diberi pahala dan dosa, setiap orang juga mungkin untuk dicintai dari satu sisi, namun dibenci dari sisi lainnya.
Inilah Madzhab Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, berbeda dengan Khawarij, Mu'tazilah dan yg semisal mereka." -selesai-.

Kamis, 09 Mei 2019

“Sekolah is life style”


(renungan untuk para pengelola sekolah)

Oleh : Aminullah Yasin (guru dan pengelola sekolah)

Keberadaan sekolah dari masa ke masa terus mengalami perubahan. Dahulu sekolah dimunculkan sebagai wadah pendidikan bagi anak-anak untuk mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan di tengah masyarakat saat mereka telah dewasa, kemudian sekolah secara perlahan-lahan memberikan dampak pada peserta didiknya sebagai orang terpandang, semakin tinggi jenjang sekolah yang dimasuki seorang anak, semakin tinggi pula strata sosialnya ditengah masyarakat. Ini fakta. Disebagian tempat, orang dengan status “SD” dipandang rendah oleh orang dengan status “S1”. Demikian pula sebaliknya, masih tersisa orang-orang “S1” atau bahkan diatasnya merasa jumawa dengan gelar yang dimilikinya, walaupun kondisi ekonominya pas-pasan.

Namun sekarang, kondisi agak sedikit berbeda.

Rabu, 17 April 2019

Sudahi Saling Sindir, Fokus Ibadah dan perbaikan diri.

Ujian terberat hari-hari ini adalah harus memaafkan dan menghilangkan "hiqd" (iri dengki) kepada sesama muslim.

Karena besok Malam insyaallah Kita memasuki malam nisfu sya'ban. Simak dua Hadits* berikut:

Hadits pertama:

رواه البيهقي في شعب الإيمان عن أبي ثعلبة الخشني رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " إذا كان ليلة النصف من شعبان اطلع الله إلى خلقه، فيغفر للمؤمنين، ويملي للكافرين، ويدع أهل الحقد بحقدهم حتى يدعوه" ورواه الطبراني، وحسنه الألباني- رحمه الله- في صحيح الجامع برقم 771.

Imam Al-Baihaqi meriwayatkan dalam kitabnya, "Syu'abul Iman" dari Abu Tsa'labah Al-Khasyni radhiyallahu'anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, 
"Jika telah datang malam pertengahan Bulan Sya'ban, Allah menengok seluruh makhluk-Nya, lalu Allah ampuni seluruh orang mu'min, dan Allah tambahkan (kekufuran) bagi orang kafir, namun Allah tinggalkan orang yg memendam kedengkian (dari kalangan mu'min) dengan kedengkiannya, hingga dia mau meninggalkan kedengkiannya tersebut." 
Hadits ini diriwayatkan pula oleh At-Thabrani dan dinyatakan "Hasan" oleh Al-Albani.

Selasa, 26 Maret 2019

Iman dan Ilmu : Sebuah Manifestasi Jiwa Menuju Tranformasi Pribadi Paripurna


Oleh : Aminullah Yasin

“Iman tanpa ilmu bagaikan lentera ditangan bayi, namun ilmu tanpa iman bagaikan lentera ditangan pencuri.” Buya HAMKA.

Banyak orang berbangga ketika telah sampai pada tingkatan ilmu tertentu. Ilmu yang diyakini sebagai pengetahuan yang telah terverifikasi oleh serangkaian uji ilmiah, nyatanya justru telah membawa banyak manusia berada pada titik terendahnya sebagai makhluk terpuji.

Tidak sulit kita mencari contoh nyata disekitar kita orang-orang yang “berilmu”, namun justru melakukan tindakan tak beradab dengan ilmunya. Ada banyak, sangat banyak. Namun hal ini masih tidak membuat sadar banyak orang betapa rapuhnya “ilmu” untuk menentukan kesuksesan seseorang. Orang-orang tetap mengejar prestasi “ilmiah”, berbangga dengannya, berkompetisi dengan kawan-kawannya, bahkan mereka siap “berkelahi” hanya untuk mendapatkan predikat “orang berilmu”, hasilnya? Kesombongan!

Minggu, 17 Maret 2019

Penghapusan UN, Menuju Desentralisasi Pendidikan di Indonesia

Banyak hal menarik dalam debat cawapres semalam, Ahad (17/3/2019), diantaranya adalah janji kampanye yang dilontarkan oleh cawapres no. urut 02, Sandiaga S. Uno, tentang Pendidikan. Sandi menyatakan, bahwa jika pasangan 02 menang, maka Ujian Nasional akan dihapus.

Sebagai salah satu praktisi di dunia pendidikan, penulis sangat setuju dengan hal tersebut. Karena nyatanya memang sistem pendidikan di Indonesia masih perlu banyak perbaikan. Mulai dari kurikulum, konten, teknis pelaksanaan, pengawasan, hingga sistem evaluasi.

Menjadikan UN sebagai isu utama, menurut penulis adalah sebuah langkah yang sangat strategis, sekaligus sangat berani. Karena dalam rangkaian pendidikan, UN adalah urutan terakhir dari proses pendidikan. Sehingga menghapus UN, artinya mengubah seluruh atau sebagian besar rangkaian proses pendidikan yang telah ada!

Rabu, 12 September 2018

Dakwah Itu Mengajak Bukan Mengejek

Oleh : Ust. Dr. Muh. Arifin Baderi, hafizhahullah. *
Jangan hina atau maki NU, dan jangan pula memaki salafi bila anda sungguh sungguh ingin berdakwah.
Sobat! Anda tak sesholeh Nabi Musa 'alaihissalam & mereka tak sejelek Fir'aun.
Seburuk buruknya saudara anda sesama muslim tak kan seburuk Fir'aun, dan sesholeh apapun anda maka tak akan pernah melebihi Nabi Musa alaihissalam.
Walau demikian, tahukah anda bahwa Allah Taala memerintahkan nabi Musa alaihissalam dan nabi Harun alaihissalam untuk tetap berkata kata yang lembut nan santun dalam mendakwahi Fir'aun.
فَقُولا لَهُ قَوْلاً لَيِّناً لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشى
Katakan kepadanya ( Fir'aun ) ucapan yang lembut agar ia menjadi sadar/ingat atau menjadi takut .(Thaha 45)

Khalifah Yang Adil Vs Raja Yang Sombong

Ada seorang Raja Nasrani masuk Islam kemudian kembali murtad setelah Umar bin Khottob menegakkan keadilan atas raja tersebut yg telah berbuat dholim kepada rakyat jelata.

Raja itu bernama Jabalah bin Aiham Al-Ghassani.

Ibnu Katsir menyebutkan dalam kitabnya "Al-Bidayah wan Nihayah" : ketika Umar bin Khottob mendengar Jabalah masuk Islam, beliau sangat bergembira dan mengundangnya ke Madinah.

Datanglah Jabalah bersama para pengikutnya ke Madinah dan disambut dengan hangat oleh Umar bin Khottob.

Singkat cerita, Jabalah kemudian menunaikan Ibadah Haji ke Makkah dan ketika thowaf, ada jama'ah Haji dari kalangan "kuli Pasar" tidak sengaja menginjak jubah milik Jabalah.

Jabalah-pun marah dan memukul wajah orang tsb hingga terluka. Lalu orang tersebut mengadukan kepada Umar.

Dipanggillah Jabalah oleh Umar, ketika ditanya tentang kejadian itu, Jabalah mengakuinya. Maka Umar memberikan putusan, "berikan wajahmu untuk ditegakkan qishosh".

Jabalah kaget dan mengatakan, "Aku seorang Raja, dan dia hanya kuli pasar, apakah keputusanmu ini sepadan wahai Umar?"

"Tentu saja, dalam Islam kedudukanmu dan kedudukannya sama, yg membedakan adalah ketakwaan" jawab Umar.

Jabalah kemudian berkata, "Aku kira jika Aku masuk Islam maka Aku akan jauh lebih terhormat dibanding ketika Aku masih dalam kehidupan Jahiliyah... Jika seperti ini yg Aku dapatkan, lebih baik Aku kembali ke agamaku yg dulu saja (Nasrani)".

Umar yg kaget dengan pernyataan Jabalah, kembali menanggapi dg tegas, "Jika kamu murtad, maka Aku akan penggal lehermu".

Jabalah kembali terkaget lalu berkata, "berikan Aku waktu untuk berfikir Malam ini".

Dan pada Malam itu, Jabalah bersama beberapa pengikut setianya melarikan diri ke Kerajaan Romawi dan menyatakan kemurtadannya dihadapan Kaisar Romawi.

=====

Diantara faedah kisah tsb adalah :
1. Masuk Islamnya seseorang harus kita apresiasi dan dukung dengan sepenuh hati.
2. Hidayah itu mutlak ditangan Allah. Islam dan murtadnya seseorang bisa saja memiliki latar belakang dan kisah, tapi tetap saja Kita harus meyakini bahwa Hidayah itu mutlak ditangan Allah.
3. Apakah Umar menjadi sebab murtadnya Jabalah? Tentu saja tidak, Umar hanya melakukan tugasnya untuk menegakkan keadilan diantara rakyatnya.

Wallahu a'lam.

Konsep "Wilayatul Faqih" (bagian kedua)

Awal munculnya konsep ini adalah ketika imam ke-11 mereka (Al-Hasan Al-Askari) meninggal dunia dalam keadaan tidak memiliki keturunan.

Sebagaimana kebiasaan mereka yang suka 'ngibul', mereka kembali 'ngibul' bahwa sebenarnya Al-Askari ketika meninggal sudah meninggalkan seorang anak yang bernama Muhammad... dan kemudian secara 'ngibul' -juga-, Muhammad bin Al-Hasan didaulat menjadi imam ke-12, imam terakhir, IMAM AL-MAHDI.

Sejak itu, konsep ini mulai berkembang... dimulai dari konsep "DUTA BESAR"...

Berikut nama Duta-Duta Besar Imam Mahdi :

Periode Pertama : Utsman bin Sa'id Al-Umari (260 - 265 Hijriyah)
Periode Kedua : Muhammad bin Utsman bin Sa'id Al-Umari (265 - 305 Hijriyah)
Periode Ketiga : Al-Husain bin Ruh An-Naubakhti (305 - 326 Hijriyah)
Periode Keempat : Ali bin Muhammad As-Samri (326 - 329 Hijriyah)

Setelah itu, konon Duta periode keempat ini enggan untuk menunjuk siapa penggantinya, hingga akhir hayatnya dia tidak menunjuk siapa-siapa untuk menjadi pengganti.

Dengan matinya Duta keempat, sebagian ulama syi'ah berlomba-lomba memproklamirkan diri menjadi duta... hingga salah seorang mereka berkata, "Sungguh kami berselisih dalam masalah ini seperti anjing berselisih dalam memperebutkan bangkai".

Namun kisah saling memperebutkan ini tidak berlangsung lama. Hingga keadaan benar-benar "vacum" dari keimaman... dalam istilah kaum syi'ah, kondisi ini disebut "Al-Ghaibah Al-Kubro".

Dalam berlangsungnya Al-Ghaibah Al-Kubro ini, para ulama syi'ah mulai mencari ide baru, hingga muncul-lah Al-Hasan bin Abi Uqail Al-'Ummani yang memproklamirkan bolehnya seorang ahli fikih untuk menjalankan beberapa tugas Imam.

Dalam keyakinan mereka, tugas seorang Imam ada tujuh, yang semuanya berkisar pada masalah pengumpulan harta, dan membuat aturan-aturan yang dinilai sebagai aturan ilahi.

Dan pada awal kondisi ini, para ulama syi'ah bersepakat bahwa seluruh orang syi'ah wajib menyetorkan khumus (seperlima dari penghasilnya) kepada ulama terdekatnya, yang menurut alasan mereka, agar harta tersebut bisa disimpankan dan ketika Imam sudah keluar dari persembunyiannya kelak akan diberikan kepada Imam.

bersambung insya Allah...

Selasa, 16 September 2014

Konsep "Wilayatul Faqih" (bagian pertama)


Rukun utama agama Syi'ah adalah meyakini "imamah". Apa itu imamah? Yaitu sebuah keyakinan bahwa setelah Nabi Muhammad yang berhak menjadi pemimpin adalah Ali bin Abi Tholib dan keturunannya.

Dimulai dari Ali bin Abi Tholib, Al-Hasan, Al-Husein, Ali bin Al-Husein... Terus hingga keturunan Ali ke-9 yang merupakan imam ke-11, Al-Hasan Al-'Askari. Dan ternyata hingga meninggalnya, Al-'Askari tidak memiliki keturunan...

Syi'ah bingung! Siapa yang akan melanjutkan menjadi Imam?

Entah ide dari mana, para ulama syi'ah mencetuskan ide baru, daripada pusing mikirin siapa pengganti Imam setelah Al-'Askari, dibuatlah cerita karangan indah yang menjadi titik awal "Syi'ah Gaya Baru". Syi'ah yang lebih bergairah, syi'ah yang lebih sesat dari pada generasi awalnya, lebih sesat daripada cetusan Abdullah bin Saba'.

Jumat, 06 Desember 2013

Tasawwul Untuk Kepentingan Umum

Meminta-minta atau tasawwul adalah satu hal yang dianjurkan oleh Islam untuk dijauhi. Dalam sebuah hadits yang terkenal dengan  hadits Qabishoh, Rasulullah saw memberikan sebuah pelajaran penting yang kemudian menjadi landasan hukum bagi permasalahan ini.

Perhatikan hadits berikut :

ﻳَﺎ ﻗَﺒِﻴﺼَﺔُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤَﺴْﺄَﻟَﺔَ ﻻَ ﺗَﺤِﻞُّ ﺇِﻻَّ ﻷَﺣَﺪِ ﺛَﻼَﺛَﺔٍ ﺭَﺟُﻞٍ ﺗَﺤَﻤَّﻞَ ﺣَﻤَﺎﻟَﺔً ﻓَﺤَﻠَّﺖْ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤَﺴْﺄَﻟَﺔُ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺼِﻴﺒَﻬَﺎ ﺛُﻢَّ ﻳُﻤْﺴِﻚُ ﻭَﺭَﺟُﻞٍ ﺃَﺻَﺎﺑَﺘْﻪُ ﺟَﺎﺋِﺤَﺔٌ ﺍﺟْﺘَﺎﺣَﺖْ ﻣَﺎﻟَﻪُ ﻓَﺤَﻠَّﺖْ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤَﺴْﺄَﻟَﺔُ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺼِﻴﺐَ ﻗِﻮَﺍﻣًﺎ ﻣِﻦْ ﻋَﻴْﺶٍ – ﺃَﻭْ ﻗَﺎﻝَ ﺳِﺪَﺍﺩًﺍ ﻣِﻦْ ﻋَﻴْﺶٍ – ﻭَﺭَﺟُﻞٍ ﺃَﺻَﺎﺑَﺘْﻪُ ﻓَﺎﻗَﺔٌ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﻘُﻮﻡَ ﺛَﻼَﺛَﺔٌ ﻣِﻦْ ﺫَﻭِﻯ ﺍﻟْﺤِﺠَﺎ ﻣِﻦْ ﻗَﻮْﻣِﻪِ ﻟَﻘَﺪْ ﺃَﺻَﺎﺑَﺖْ ﻓُﻼَﻧًﺎ ﻓَﺎﻗَﺔٌ ﻓَﺤَﻠَّﺖْ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤَﺴْﺄَﻟَﺔُ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺼِﻴﺐَ ﻗِﻮَﺍﻣًﺎ ﻣِﻦْ ﻋَﻴْﺶٍ – ﺃَﻭْ ﻗَﺎﻝَ ﺳِﺪَﺍﺩًﺍ ﻣِﻦْ ﻋَﻴْﺶٍ – ﻓَﻤَﺎ ﺳِﻮَﺍﻫُﻦَّ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﺴْﺄَﻟَﺔِ ﻳَﺎ ﻗَﺒِﻴﺼَﺔُ ﺳُﺤْﺘًﺎ ﻳَﺄْﻛُﻠُﻬَﺎ ﺻَﺎﺣِﺒُﻬَﺎ ﺳُﺤْﺘًﺎ
...

“ Wahai Qobishoh, sesungguhnya
meminta-minta itu tidak halal kecuali untuk tiga orang:

(1) seseorang yang menanggung hutang orang lain, ia boleh meminta-minta sampai ia melunasinya,

(2) seseorang yang ditimpa musibah yang menghabiskan hartanya, ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup, dan

(3) seseorang yang ditimpa kesengsaraan hidup sehingga ada tiga orang yang berakal dari kaumnya berkata, ‘Si fulan benar-benar telah tertimpa kesengsaraan’, maka boleh baginya meminta-minta sampai mendapatkan sandaran hidup.

Meminta-minta selain ketiga
hal itu, wahai Qobishoh adalah haram dan orang yang memakannya berarti memakan harta yang haram .” (HR. Muslim no. 1044)

Demikianlah... Nabi mendidik kita selaku ummatnya untuk tidak bermental pengemis... menyandarkan hidup pada belaskasih orang lain!!