Blogger templates

Rabu, 16 September 2020

Menggagas Pendidikan Islam yang Murah


Oleh : Aminullah Yasin.

Education for All (EFA), merupakan sebuah gerakan yang diinisiasi oleh UNESCO sejak tahun 2000. Tujuan dari gerakan ini adalah pemerataan pendidikan bagi setiap warga dunia, tanpa memandang status mereka. Sudah 20 tahun gerakan tersebut bergulir, namun dilapangan kita masih mendapatkan gap yang cukup besar antar lapisan masyarakat, termasuk (atau terutama) masyarakat muslim di Indonesia.

Lahirnya sekolah-sekolah Islam baik yang berbasis asrama (pesantren) maupun non-asrama di negeri kita ini merupakan anugrah yang harus disyukuri bersama. Hampir tiap kota (terutama di Pulau Jawa), berdiri sekolah Islam berkualitas yang menawarkan berbagai macam keunggulan baik dari sisi proses pendidikannya, maupun output lulusannya.

Semakin tinggi kualitas sebuah sekolah, biasanya ditandai dengan semakin tinggi pula biaya pendidikan di sekolah tersebut, karena memang faktanya biaya operasional sekolah tidaklah murah. Fakta ini menyebabkan (mau tidak mau) terjadinya dikotomi antara si kaya dan si miskin, kesempatan mendapatkan pendidikan yang berkualitas masih bergantung pada faktor strata ekonomi orang tua atau keberuntungan.

Sejauh ini memang belum ada data penelitian berapa range biaya pendidikan di sekolah-sekolah Islam tersebut, namun isu tentang ini sudah cukup santer dimasyarakat. Bahkan ada yang berseloroh, "waktu membangun minta-minta sumbangan, setelah jadi pasang biaya mahal!".

Bagaimana solusinya?

Minggu, 06 September 2020

Mengenal Buku Hilyah Tholibul Ilmi Karya Syekh Bakr Abu Zayd Rahimahullah*

 


Alhamdulillah, sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kehadirat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beserta keluarga, sahabat, dan ummatnya hingga akhir zaman.

Buku “Hilyah Tholibul Ilmi” merupakan buku yang cukup masyhur dikalangan para penuntut ilmu, buku ini merupakan panduan penting bagi orang-orang yang memutuskan untuk serius menuntut ilmu syar’i.

Di Program S1 jurusan Islamic Studies, International Open University (IOU), buku ini menjadi buku wajib dalam mata kuliah Etika Menuntut Ilmu 101 di semester 1, dimana tujuaanya agar mahasiswa berada di jalur yang benar dan dapat mengambil manfaat dari ilmu pengetahuan yang ditawarkan oleh IOU, maupun ketika mempelajari ilmu di tempat/ lembaga lain.

Syekh Bakr Abu Zayd lahir pada tahun 1944 dari suku Zayd, di tengah-tengah Najd, kota Shaqra, dan meninggal di Riyadh pada tahun 2008. Beliau menyelesaikan Pendidikan Menengah di Riyadh. Kemudian melanjutkan pendidikan tingi College of Shari'ah di Ibn Saud University serta menyelesaikan gelar Master dan PhD-nya disana di Higher Institute of Law.

Jumat, 04 September 2020

PENGANTAR ILMU TAJWID: Keutamaan Mempelajari dan Membaca Al-Qur'an*

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam beserta sahabat, keluarga dan ummatnya hingga akhir zaman.

Mempelajari cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan salah satu ibadah terbaik, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shalllalahu alaihi wa sallam, dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu:

خَيْرُكُمْ مَن تَعَلَّمَ القُرْآنَ وعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” [HR. Al-Bukhori].

Predikat kemuliaan berdasarkan hadist tersebut dapat diraih dengan mempelajari Al-Quran secara sungguh-sungguh.

Sifat Seorang Yang Mempelajari Al-Qur’an

Seseorang yang memutuskan untuk meraih predikat kemulian dengan mempelajari Al-Qur’an, setidaknya harus memiliki empat sifat utama yang dijelaskan dalam uraian berikut.

Minggu, 09 Agustus 2020

Menentukan Target Pendidikan dan Rumus PDCA Cycle

 

Oleh: Aminullah Yasin

Ada orang berpikir, kita harus tentukan target yg tinggi. Karena dengan target tinggi hasilnya akan lebih baik daripada target rendah.

Contoh: sekolah menentukan target hafalan santri harus 10 juz dalam 3 tahun. Ternyata tercapainya hanya 3 - 5 juz, yg mencapai 10 juz hanya "segelintir" siswa saja. Ketika ditanya, "kok targetnya tinggi banget?" Dijawab, "dg target segini kita bisa mencapai 3-5 juz, kalau targetnya Kita kurangin bisa² realitanya lebih rendah lagi."

Cara berfikir spt ini masih cukup mudah kita temui dibeberapa sekolah Islam.

Bener gak sih?

Sebenarnya berpikir spt diatas itu menunjukkan kelemahan dalam manajemen. Karena dalam mengelola sebuah target pembelajaran, setidaknya rumusan Umum manajemen itu harus kita terapkan. 

Rumusan umum membuat visi sekolah

Oleh: Aminullah Yasin

Merumuskan visi sekolah/ pesantren itu gampang-gampang sulit. Gampang karena perumusan visi itu pencerminan dari harapan/ keinginan, ketika seseorang mendirikan pesantren/ sekolah pasti punya harapan dong untuk apa pesantren tsb berdiri... Nah, visi itu adalah membahasatuliskan harapan yg tersimpan di kepala ke dalam kertas. 

Tapi ada sulitnya juga. Karena ternyata memendam perasaan itu lebih mudah daripada mengungkapkannya... 😜😝

Skip... Skip... 

Sekarang, jika anda ingin membuat rumusan visi pesantren rumusan umumnya adalah SMART. Apa itu SMART?