Geert Wilders Pendiri Partij voor de Vrijheid
Sosok
Geert Wilders di mata Muslim Indonesia bisa jadi musuh. Ini karena pria
kelahiran 6 September 1963 itu bicara blak-blakan bagaimana ia membenci
Islam dan imigran Muslim. Wilders menjadi semacam anomali dalam politik
Belanda yang adem ayem. Karena itu, menjadi menarik untuk mencoba
mengetahui latar belakang pemikiran Wilders yang terlihat sangat benci
Islam.
Wartawan Republika Stevy Maradona berhasil
menghubungi Wilders dan mengajaknya buka-bukaan soal sikapnya
terhadap Islam. Lewat sambungan telepon bernomor rahasia (private
number), Jumat (21/11)sore, suara Wilders terdengar ringan dan tanpa
beban. "Di Belanda sekarang baru pukul 10.15 pagi," katanya. Ia berbicara
dengan cepat, omongannya mengalir deras sekaligus tegas. Beberapa kali
ia tertawa ketika dikonfrontasi soal Islam dan pribadinya. Berikut
petikan wawancaranya :
Mr Wilders, Anda membenci Muslim?
Tidak!
Jangan salah. Saya tidak membenci orang-orang yang beragama. Saya tidak
membenci Muslim, saya tidak membenci Yahudi, saya tidak membenci Kristen.
Saya tidak ada masalah dengan mereka. Saya punya banyak kawan dari agama
yang berbeda. Saya tidak membenci orang-orang Islam. Yang saya tidak
suka adalah ideologinya, Islamnya sebagai agama, syariah-nya. Islam itu
berbahaya untuk kebebasan, kemerdekaan. Islam itu ingin menguasai
masyarakat di mana ia berada. Secara ideologi, Islam sangat berbahaya!
Memang ada sebagian kecil Muslim yang radikal, tapi justru lebih banyak Muslim yang moderat. Bagaimana Anda melihatnya?
Saya
setuju itu. Mayoritas penganut Islam di dunia memang moderat. Mereka
orang-orang yang normal. Saya percaya soal moderat. Sekali lagi saya
ulangi, yang saya tidak percaya adalah Islamnya. Islam itu menurunkan
kekerasan dan totaliter. Misalnya, di masyarakat kami tidak masalah
ketika seseorang berganti agama. Tapi, coba kalau itu terjadi di
masyarakat Islam. Itu akan jadi hal yang mengerikan.
Tapi,
Eropa saat ini sedangmembuka diri terhadap Islam dan Muslim. Inggris
bahkan menjadi jembatanpenghubung industri keuangan syariah di Eropa?
Karena
itu, saya menganggapnyasebagai mimpi buruk! Saya percaya, hal paling
buruk yang terjadi di satu negaraadalah ketika negara itu menerima
aturan hukum syariah, seperti makanan yanghalal, perbankan syariah, dan
lain sebagainya. Syariahisasi mengancamperadaban. Ini terjadi di
mana-mana.
Awal tahun ini saya ke Australia,saya melihat hal yang
sama, syariahisasi. Saya tidak ingin beberapa tahun kedepan anak-anak di
Eropa bangun dan melihat jam syariah. Kami tidak nyamandengan syariah.
Kami sudah nyaman dengan budaya kami sendiri.
Anda sepertinya trauma terhadap Islam?
Tidak.
Saya tidak trauma terhadapIslam. Saya tidak ada masalah psikologis
dengan Islam... (Wilders tertawa).Anda tidak menganggap saya gila kan
berbicara seperti ini?
Kalau begitu, apakah Anda merasa ultranasionalis?
Tidak
juga. Saya memandang dirisaya patriot. Saya nasionalis. Kebencian saya
terhadap Islam bukan semata-mataultranasionalis atau apa pun. Saya punya
argumen untuk membenci Islam. Dan sayapunya hak untuk menya takan
argumen saya itu. Sebagian argumen itu saya tuangkandi dalam buku saya
Marked for Death: Islam's War Against the West and Meyang terbit tahun lalu.
Anda merasa terancam?
Tidak
mudah hidup sebagai GeertWilders. Saya beri tahu Anda, keluarga saya
harus di dalam pengawasan aparatkeamanan 24 jam. Kami tinggal di barak.
Kelompok Islam radikal mengancam saya.Ini harga yang sangat mahal yang
harus saya tebus karena saya menegaskan sayamembenci Islam. Bukan
Muslimnya, tapi ideologinya.
Selama 10 tahun kami hidupseperti
ini. Saya rasa, saya satu- satunya politisi di Eropa yang
dibeginikan.Sebaliknya, saya rasa kalau dulu saya membenci ideologi
Kristen saya tidak akanmendapat ancaman seperti ini.
Kapan sebenarnya Anda mu lai membenci Islam? Apakah sudahsejak remaja?
Saat
remaja saya pernah tinggalbeberapa bulan di Israel. Setelah itu saya
terjun ke dunia politik. Saya masukke Partai Liberal. Sebelum akhirnya
saya memutuskan untuk membuat partaisendiri. Saya mengunjungi organisasi
pers, organisasi Muslim, dan organisasiperempuan di negara-negara
Islam. Di Iran, misalnya, pemerintah menutup suratkabar hanya karena
surat kabar itu berbeda pendapat dengan penguasa.
Padahal, menurut
saya, Muslimitu sebagai anggota masyarakat punya banyak sekali potensi,
tapi Islam mengekangpotensi itu. Sekali lagi saya katakan saya tidak
punya masalah dengan pemelukIslam ya. Saya hanya membenci ideologi
mereka.
Dikutip dari harian Republika,Jum’at 22 November 2013
====================================
Komentar saya :
Sungguh benar firman Allah
ta'ala :
"dan orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan Ridho terhadap kalian, hingga kalian mengikuti ajaran mereka"
(QS. Al-Baqoroh : 120).
Dan
inilah yang diharapkan oleh musuh-musuh islam... mereka tidak berharap
orang-orang muslim menjadi kafir, atau mengubah keterangan agama dalam
KTP mereka.. tidak!! mereka hanya mengharapkan orang islam jauh dari
ideologinya... orang islam yang hidup tanpa identitas keislaman... orang
islam yang hanya bangga dengan "sebutan" islam, bukan substansinya...
Karena
kekuatan islam ada pada jiwa mereka, bukan materi mereka. Ada pada
keimanan dan ketakwaan mereka, bukan pada senjata dan jumlah mereka.
Sejarah
telah mencatat, Al-Qur'an juga mengabadikan, bagaimana generasi awal
ummat ini, yang dibela oleh orang-orang lemah, orang-orang miskin,
orang-orang yang semula tidak memiliki angan-angan bisa menguasai
dunia... tapi ternyata sanggup meruntuhkan dua kekuatan raksasa, Romawi
dan Persia.
Allah puji kehebatan para sahabat, generasi
awal ummat ini. Yang jumlah mereka tidak ada apa-apanya dibandingkan
dengan pasukan Romawi dan Persia.
إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ
عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ ۚ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ
مِائَةٌ يَغْلِبُوا أَلْفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ
لَا يَفْقَهُونَ
"Jika ada dua puluh orang yang sabar
diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang
musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka
akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan
orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti" (QS. Al-Anfal : 65).
Satu orang sahabat, dinilai oleh Allah sebanding dengan 10 orang petarung!!
kekuatan apa yang ada pada diri mereka? tidak lain adalah kekuatan iman dan takwa... kekuatan ideologi!
... itu adalah sejarah emas ummat ini. Namun kini, ummat islam telah menjadi seperti apa yang digambarkan oleh Nabi Muhammad
shallallahu alaihi wa sallam :
لَتَتَّبِعُنَّ
سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ
حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا
رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ
“
Sungguh
kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi
sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian
ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti
kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “
Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “
Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).
Apa
yang diinginkan oleh musuh-musuh islam sudah hampir tercapai secara
sempurna... kebanggaan yang ada pada ummat ini terhadap agamanya
hanyalah kebanggaan karena disebut sebagai muslim! Namun tidak bangga
menjadi sosok muslim yang militan terhadap agamanya!! Tidak bangga
menampakkan syi'ar islam dalam dirinya... maka kehinaanlah yang menimpa
mereka.
Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
إِذَا
تَبَايَعْتُمْ بِالْعِيْنَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ
وَرَضِيْتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللهُ
عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَ يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوْا إِلَى دِيْنِكُمْ
“Apabila
kalian telah berjual beli dengan cara Al-‘Inah dan kalian telah ridho
dengan perkebunan dan kalian telah mengambil ekor-ekor sapi dan kalian
meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kepada kalian suatu
kehinaan yang (Allah) tidak akan mencabutnya sampai kalian kembali
kepada agama kalian”. (HR. Abu Daud dan lain-lainnya dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Ash-Shohihah No. 11).